Mari berburu bersama, siapa tahu ada cahaya terang buat kita semua, bergegaslah tunggu apa lagi !!!

Loading...

Thursday, February 18, 2010

Mari Berburu Tokek III

Jangan disentuh dengan tangan



Hati2 bila menangkap tokek karena yang lebih bermutu adalah tokek pohon yang berkuku pendek, sementara tokek batu berkuku panjang dan kurang diminati bayer. Usahakan jangan disentuh langsung dengan tangan, karena binatang ini mudah mengalami stress dan akibatnya berat badan jadi menurun, maka pakailah sarung-tangan atau kain khusus yang diperispkan.

Tuesday, February 16, 2010

Pak Surigan dan Tokeknya

strong>Sekilas mengenal Tokek Piaraanya





Saya sempat berkunjung ke rumahnya pak Surigan di Gedawang-Banyumanik, Semarang, sekedar melakukan study perbandingan dengan tokek piaraannya. Orangnya cukup ramah, beliau mengizinkan kami utk bersantai-santai memetik rambutan di belakang rumahnya sambil berbincang-bincang sembari menjemur cuciannya. Tinggal adi rumahnya yg luas pekarangannya bersama seorang putri kecil berusia 10 tahun sementara istrinya kerja merawat tokeknya seorang pengusaha tokek di Jakarta, putra sulungnya memilih tinggal dengan istri dan anak2nya di lain desa. Beliau mempersilakan kami mengunjungi tempat tokeknya yang ternyata besar2 tapi belum pula memenuhi syarat. Foto di atas adalah saya sendiri berasama pak Surigan di teras rumahnya.

Mari Berburu Tokek II

Tokek Timor Masuk Jawa







Nasib suram menghampiriku ketika menghadapi para bayer di kota Semarang, ini bukan lelucon tapi fakta. Dengan rasa optimis yang mencuat tinggi dengan tokek2 ku dimana aku berharap bakalan laku semua ternyata sungguh meleset jauh lantaran bobotnya belum memenuhi syarat seperti yang ditentukan. Semula memang kami menimbangnya dengan timbangan digital yakni ada beberapa ekor tokek kami yang bobotnya menunjukan 3,2 ons, 3,8 ons, 3,9 ons dan 5 ons (oz), tapi ternyata para bayer umumnya berpatokan pada timbangan lama yakni 1 ons sama dengan 100 gram, bukan 28,35 gram. Ternyata para bayer membodohi technology baru. Yah... gimana lagi, terpaksa kita pelihara saja dulu dan memang prosesnya akan memakan waktu yang cukup panjang... orang namanya juga usaha kok. Ngapain puxing sih... di hutan2 kita kan masih banyak. Hayo bergegaslah tunggu apa lae, mari katón baburu rame2 katon pung Tokek di negri kita sandiri sah!!!

Friday, February 12, 2010

Mari Berburu Tokek I


Tokek Binatang Langka Yang Mahal Harganya

Tokek atau Binatang yang menyerupai pulau Timor ini hidup dan berkembang biak di daratan Timor secara keseluruhan di rumah, pohon dan batu. Tokek rumah cenderung jinak lantaran sering berpapasan mata dengan penghuninya sementara di pohon/ batu agak lebih liar. Tokek, oleh sebagian orang diyakini sebagai obat untuk penyakit kulit dan asma secara turun-temurun, belakangan, ada penemuan baru bahwa Tokek juga ternyata bisa mengobati HIV/AIDS, Tumor, Kanker, buat bahan kosmetik dan kulitnya buat tas, dompet dsb, sehingga bisa bernilai ribuan dollar / jutaan rupiah. Kendatipun binatang ini dianggap gampang ditemukan di daratan Timor, namun untuk mendapatnya tidak begitu gampang (gampang2 susah), pasalnya Tokek yang dicari para bayer bukan Tokek kecil berukuran 1 atau 2 ons (oz), tapi minimal 3,5 ons, dan ukuran ons yang digunakan para bayer adalah 1 ons = 100 gram, walau sebenarnya 1 ons hanya bernilai 28,35 gram, namun para bayer menggunakan timbangan lama yaitu 1 ons =100 gram, maklum untuk satuan ons (oz) tidak pernah di ajarkan di sekolah sekolah dasar di Indonesia bahkan sampai di tingkat perguruan tinggi. Kita sudah terlampau jadi korban teknology kuno. Ukuran ons hanya digunakan di Belanda dan Inggris, katanya. Lantas kapan kita akan menggunakan timbangan ons yang sebenarnya?
Untuk itu ukuran Tokek yang memenuhi standar adalah paling kecil berukuran seperti bungkus rokok Surya-12 dan yang besar berukuran bungkus rokok LA, dan panjangnya menyamai botol Aqua 1.500 ml, bila kurang dari itu silakan pelihara dulu. Tokek yang lebih bermutu adalah Tokek Pohon, bukan Tokek Batu, perbedaan Tokek Pohon dan Batu bisa diidentifikasi dari kuku-kukunya, dimana Tokek Pohon berkuku pendek sementara Tokek Batu/Gua berkuku panjang.

Cara menangkap:
Cara menangkapnya gampang2 saja, ambilkan sepotong tali senar gitar nomor 2 (tali kail), diikat sedemikian rupa untuk menangkapnya, ikatkan yang keras di ujung sebuah tongkat lalu arahkan ke kepalanya, sebegitu sudah masuk hingga di leher, cobalah tarik dengan pelan2 pasti terlepas dari genggamannya, usahakan jangan disentuh dengan tangan, pakailah sarung tangan karena binatang ini mudah mengalami stress bila disentuh tangan manusia. Bila sudah mengalami stress maka beratnya akan menurun. Paling gampang untuk penangkapan adalah di malam hari, karena bila lampu senter diarahkan ke matanya dia tidak bakalan lari, bersamaan dengan itu arahkanlah tali senar ke lehernya.

Makanannya:
Beri saja cangkrik, belalang kecil, kecoak, nasi dan ulat lain yang bisa dimakannya bila perlu dioles sedikit dengan madu. Minumnya bisa diberi air atau susu tapi jangan kebanyakan susu karena bisa kebanyakan lemak. Kalau mau beri makan tiap hari juga boleh, tapi alangkah baiknya setiap dua hari sekali, atau masukkan saja makanannya berupa cangkrik atau sejenisnya untuk 4 atau 5 hari sekali.

Tempatnya:
Persiapkan sebuah lemari kecil berkotak-kotak, usahakan ada lubang kecil pula untuk bernafas, tutup rapat-rapat, letakkan di kamar yang jarang di masuki orang terlebih anak kecil karena binatang ini lebih memilih hidup ditempat gelap dan sepi. Jangan dicampur dua ekor atau lebih dalam satu kotak saja karena bisa berkelahi satu sama lain atau bahkan yang betina sampai hamil dan bertelur, ketahuilah bahwa kita bukan berternak Tokek tapi kita hanya sekedar memelihara untuk tujuan bisnis. Usahakan satu kotak untuk satu ekor saja. Yakinlah pasti berhasil.